Pengalaman Beasiswa Chevening (3); Menjadi Chevening Scholars diUniversity of Birmingham

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga pada tulisan ketiga tentang Chevening. Nah, kali ini saya akan sedikit membagikan pengalaman menjadi Chevening Scholars di University of Birmingham. Saya menganggap tulisan ini sebagai #throwback sekaligus melepas kerinduan saya akan Inggris. Diambil yang baik-baik saja ya.


Screenshot 2018-08-26 11.10.43
Email dari Program Officer

Sebelum berangkat ke Inggris, setiap Chevening Scholars telah memiliki Program Officer (PO) yang akan memandu segala macam teknis persiapan keberangkatan. Keberadaan PO menjadi semacam perwakilan Home Office UK bagi tiap scholars. PO memiliki peran yang besar untuk memastikan para scholars tidak 'terlantar' dan kesusahan ketika tiba di Inggris.


unnamed

Sebagai Chevening Scholars proses menuju keberangkatan bisa dibilang sangat lancar. Saya bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun untuk segala macam urusan teknis keberangkatan. Mulai dari visa hingga tiket pesawat. Semuanya gratis. Saya juga sudah dibekali dengan cash card yang berfungsi sebagai pengganti kartu debit dan telah berisi sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan kita saat kedatangan di Inggris.

Singkat cerita, mendaratlah saya di Birmingham Airport. Ada rasa haru ketika mengantri untuk pengecekan imigrasi. Akhirnya, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di benua biru, Eropa. Alhamdulillah.

My Dreamy Wedding Ceremony On A Budget (Bahasa)

Mohon maaf bila judulnya seperti menjebak. Tulisan ini menggunakan judul Bahasa Inggris namun dengan isi Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang digunakan pun cenderung tidak formal dan campur aduk dengan Bahasa Planet semata-mata agar terasa lebih ringan dan santai saat dibaca.

Tapi tenang saja, isinya bakalan sesuai dengan judul kok! Sebelumnya, coba angkat tangan siapa yang sedang merencanakan hari pernikahan bersama sang significant others (SO)-nya? Atau malah masi mencari-cari dimanakah sang SO berada? Di kondisi manapun kalian, tulisan ini tidak akan ada pengaruhnya untuk kalian. Lha terus ngapain nulis? Haha. Tulisan ini saya buat hanya sekedar untuk berbagi pengalaman saja. Tips dan trik yang saya beberkan nantinya mungkin tidak akan bisa berlaku untuk semua orang. Termasuk mungkin kamu, iya kamu. Tapi lagi-lagi, tidak ada salahnya untuk berbagi pengalaman kan?

green plant on clear glass vase

Pengalaman Beasiswa Chevening (2); Seputar Aplikasi Dan Proses Seleksi

UPDATE: 5 Desember 2019
Dapatkan mentoring gratis beasiswa Chevening dari para alumninya. Cek caranya di akhir tulisan ya

Awalnya saya tidak ingin menulis mengenai aplikasi dan proses seleksi Chevening karena sudah cukup banyak teman-teman seangkatan saya yang menulis mengenai hal tersebut. Namun saya berpikir, 'hmm.. tapi tidak ada salahnya kan berbagi pengalaman'. Karena setiap orang pasti memiliki kesan dan cara pandang yang berbeda terhadap suatu kejadian. Maka saya pun coba untuk menuliskannya.

Jika kamu sudah mantap untuk mengajukan aplikasi beasiswa Chevening maka tulisan ini bisa kamu baca sampai tuntas, namun jika masih ragu-ragu, kamu boleh tengok kembali tulisan pertama saya tentang Chevening di sini.

Teknis pendaftaran dan jadwal seleksi beasiswa Chevening dapat kamu baca secara lengkap dan detail di laman resmi Chevening berikut ini. Saya tidak akan membahas teknis tersebut namun saya akan sedikit bercerita mengenai proses seleksi yang saya jalani ketika itu.

Pengalaman Beasiswa Chevening (1); Darimana Harus Memulai?

Akhirnya, niat saya untuk menuliskan pengalaman beasiswa Chevening terealisasikan pagi ini. Sudah sejak lama ingin menuliskan mengenai detail aplikasi beasiswa Chevening namun selalu tertunda karena tekad dan niat yang kurang bulat. Niatan saya ini seolah diingatkan kembali oleh laman media sosial Kedutaan Besar Inggris di Indonesia (UK Embasssy) yang memuat pengumuman pembukaan aplikasi beasiswa Chevening pada 6 Agustus 2018 mendatang.

Rencananya, saya akan mencoba menuliskan pengalaman beasiswa Chevening dalam beberapa tulisan. Nah, tulisan yang pertama ini adalah mengenai hal-hal apa saja yang harus dicermati sebelum memulai proses pengajuan aplikasi beasiswa Chevening. Salah satunya adalah niat. Mengapa? Lalu bagaimana?

Very Short Escape to Banyuwangi



First, I’d like to say thank you for all the kind wishes from family, friends and colleagues on my wedding party. I am so grateful to be surrounded by them. I am pretty sure that my wedding couldn’t be real without their help.

We were not literally planning for a honeymoon. But then we had an idea to plan kind of short escape to Banyuwangi. Why Banyuwangi? At the time, Bali was threatened by Gunung Agung eruption and we didn’t want to go to some crowded city or place. Plus, mas suami (read:husband) has an old friend that can be visited. We commit to ourselves that during our leisure trip we will give a spare time for silaturrahim by visiting friends or family. Without further due, I am going to share my two cents travel experience.

We decided to use the train (Probowangi) from Bangil and get off at Karangasem train station. If you plan to go to Kawah Ijen, Karangasem is the best starting point. You’ll find a motorcycle rental and backpacker hostel right in front of the station which was quite surprising. We thought that it is going to be hard to find motorcycle rent service so that we googled and booked a motorcycle online. The rental company provide free of charge pickup service. They actually offered to Kawah Ijen tour but we only have limited time really. Save for next visit, maybe?