Very Short Escape to Banyuwangi



First, I’d like to say thank you for all the kind wishes from family, friends and colleagues on my wedding party. I am so grateful to be surrounded by them. I am pretty sure that my wedding couldn’t be real without their help.

We were not literally planning for a honeymoon. But then we had an idea to plan kind of short escape to Banyuwangi. Why Banyuwangi? At the time, Bali was threatened by Gunung Agung eruption and we didn’t want to go to some crowded city or place. Plus, mas suami (read:husband) has an old friend that can be visited. We commit to ourselves that during our leisure trip we will give a spare time for silaturrahim by visiting friends or family. Without further due, I am going to share my two cents travel experience.

We decided to use the train (Probowangi) from Bangil and get off at Karangasem train station. If you plan to go to Kawah Ijen, Karangasem is the best starting point. You’ll find a motorcycle rental and backpacker hostel right in front of the station which was quite surprising. We thought that it is going to be hard to find motorcycle rent service so that we googled and booked a motorcycle online. The rental company provide free of charge pickup service. They actually offered to Kawah Ijen tour but we only have limited time really. Save for next visit, maybe?

Pulang Kembali; sebuah catatan teknis perencanaan kepulangan studi

Ketika mendengar kabar kepulangan saya ke Indonesia, banyak kerabat yang  bertanya, “lho kuliahnya sudah selesai? Bukannya kalau S2 itu 2 tahun ya?”. Dalam hati saya menjawab, “I wish”. Tanpa terasa, seolah kemarin baru menginjakkan kaki di Birmingham airport, lalu tiba-tiba sekarang sudah berada di kota Bangil tercinta. Waktu terasa begitu cepat. Namun cepatnya waktu berlalu tidak berarti mengurangi kerasnya usaha yang dikerahkan untuk menyelesaiakna studi master ini. Saya yakin, teman-teman yang pernah menjalani studi master di UK akan sangat paham dengan hal tersebut. Pulang jam 1 pagi dari kampus atau bahkan menginap di perpustakaan kampus menjadi hal yang lumrah, apalagi di masa-masa ujian dan menjelang batas tenggat pengumpulan tugas. Alhamdulillah, masa-masa tersebut bisa dilalui dan yang terpenting bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru beserta praktik aplikasinya.

Tulisan kali ini akan lebih membahas sisi teknis dari perencanaan kepulangan studi (khususnya dari UK) sehingga mohon maaf bila terdapat banyak penyebutan merek dagang hehehe. Perencanaan kepulangan ke tanah air pasca studi memang menjadi PR tersendiri dan bisa jadi lebih memusingkan jika dibandingkan dengan perencanaan keberangkatan. Pada puncak waktu pengerjaan disertasi (Agustus-September), kita akan diribetkan dengan berbagai macam printilan kepulangan; tiket pesawat, oleh-oleh, pengiriman barang-barang selama di UK dengan cargo hingga perencanaan barang bawaan pesawat. Berikut ini akan coba saya detailkan printilan-printilan tersebut beserta tips dan trik manajemen waktu dan biaya.

Belajar Apa di University of Birmingham?

Menyambung tulisan sebelumnya, kali ini saya akan berbagi cerita dan kesan-kesan menimba ilmu di Inggris. Course yang saya ambil untuk S2 saat ini adalah River Enviornments and their Management atau disingkat REM. Dari namanya, sudah sangat terlihat kalau saya akan belajar segala hal mengenai sungai. Course saya bisa dibilang sangat tematik karena mengangkat sungai sebagai topik utama, kemudian dijabarkan berdasarkan cabang-cabang keilmuan terkait terkait manajemen sungai, mulai dari ekologi, geomorfologi dan hidrologi.

Sejak kuliah strata satu saya sangat tertarik dengan subjek keairan. Tidak banyak orang yang tahu kalau teknik sipil sebenarnya gabungan dari tiga tema besar infrastruktur; gedung, transportasi dan keairan. Di negara berkembang seperti Indonesia, manajemen sungai sebagai salah satu smber daya air masih berkutat seputar optimalisasi pengaturan irigasi dan penanggulangan banjir melalui pembangunan sudetan atau normalisasi. Padahal kalau melihat fungsi asalnya, sungai di Indnonesia memiliki potensi besar untuk bisa memberi manfaat bagi masyarakat banyak, tidak hanya sekedar irigasi, tpi juga persediaan air minum, perikanan, pencegah banjir dan sarana rekreasi dan navigasi. Berkaca pada masa sebelum renaisans, peradaban maju selalu berada di tepian sungai, maka sungai semestinya menjadi asset penting untuk kehidupan makhluk hidup. Hal inilah yang kemdian mendasari saya untuk mempelajari lebih dalam terkait sungai.


dsc_0315
BiFOR Institute

Catatan Dua Bulan di Britania Raya

Akhirnya, setelah berkutat dengan assignments keluar juga tulisan pertama dari Birmingham. Kalau dibanding dengan teman-teman lain, tulisan saya ini bsia dibilang terlambat. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali?

Sudah lewat dari dua bulan saya menginjakkan kaki di bumi Britania Raya. Tempat dimana lahir revolusi industri yang mengubah sejarah dunia. Perjalanan saya ke Britania raya ini juga adalah kepergian saya pertama kali ke luar negeri. Katrok banget ya? Ke Singapur aja kagak pernah hehehe. Berada di atas awan dan duduk dalam ruang pesawat yang fancy tidak pernah tergambar dalam benak saya. Mimpi saya, saya ingin menuntut ilmu di luar negeri. Sejak kuliah, saya sangat sangat ingin sekali merasakan bagaimana rasanya berada dan belajar di belahan dunia yang lain, melihat kekuasaanNya dari sisi yang jarang dilihat. Namun, rupanya Allah menunda terlebih dahulu mimpi saya sampai akhirnya setelah kurang lebih lima tahun bekerja, saya mendapat kesampatan untuk bersekolah di Britania Raya dengan besiswa Chevening-HSBC. Proses seleksi chevening akan saya tulis pada cerita yang terpisah ya.

14876670_545496048980152_6062078631307972799_o

Review: Supernova Inteligensi Embun Pagi

Berdasarkan memo direksi per tanggal 20 Mei, pengajuan tagihan maksimal diterima tanggal 3 Juni dan akan dibuka kembali per tanggal 12 Juli. Sekian. Memo ini sekaligus menjadi penanda untuk saya bahwa kerjaan di bulan Ramadhan tidak akan sepadat bulan biasa. Alhamdulillah, setelah hampir tiga tahun di Surabaya nggak pernah rutin tarawih di masjid (pengakuan dosa), akhirnya bulan ini semoga bisa tercapai semua targetan-targetan ibadah dan bisa jadi orang yang lebih baik lagi. Aaamiin. Nah, tapi ada sedikit kerugiannya juga nih, bukan kerugian sih sebenarnya tapi peluang untuk jadi rugi, yaitu waktu di kantor jadi lebih banyak selo nya. Ada rasa bersalah karena menerima gaji utuh tapi pekerjaan tidak terlalu banyak. Adakah yang mengalami hal yang sama? Karena selo, dan lelah karena practice writing ielts berkepanjangan, hehe, maka saya sempatkan saja untuk menulis review tentang novel edisi terakhir dari serial supernova nya ibu suri alias Dewi Lestari.

Saya mengenal novel supernova di bangku SMA, dimana pada saat itu sudah terbit tiga seri supernova, yaitu Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh (KPBJ), Akar dan Petir. Saya pun tidak membaca secara urut, mengingat keterbatasan bukunya di perpustakaan kecamatan dan supernova sendiri termasuk judul buku yang sering dipinjam. Mendengar nama serialnya saja sudah cukup aneh, apalagi penulisnya yang saya tahu adalah seorang penyanyi. Sebelum mereview lebih dalam seri Intelegensi Embun Pagi, ijinkan saya bernostalgia sedikit mengenai beberapa karakter dan alur cerita pada buku supernova seri sebelumnya.