Cara Transfer Uang Ke Luar Negeri Dengan Biaya Minimum

by - October 08, 2019



Sudah laaamaa sekali saya ingin menuliskan topik terkait cara transfer uang ke luar negeri. Di era digital dan borderless sekarang ini, lokasi geografis bukan lagi masalah untuk melakukan transaksi keuangan antarnegara. Meskipun demikian, nampaknya belum banyak yang membedah secara detil mengenai cara transfer uang ke luar negeri dari Indonesia. Padahal mengetahui secara detil mengenai suatu layanan transfer uang ke luar negeri sangat penting untuk menjamin keamanan transaksi sekaligus menghindari biaya-biaya siluman yang tiba-tiba muncul saat proses pengiriman uang. 
Nah, berikut ini akan coba saya jabarkan perbandingan layanan transfer uang ke luar negeri yang tersedia di Indonesia serta simulasi sederhana untuk perbandingan total biaya dan estimasi waktu sampainya uang. Semoga bermanfaat!

Layanan Transfer Bank
Beberapa bank menyediakan fasilitas transfer uang ke luar negeri. Salah satu yang saya tahu adalah Bank BCA. BCA memiliki program Remittance yang memungkinkan nasabahnya untuk mengirim maupun menerima valuta asing (valas) langsung dari rekening rupiah. Program remittance ini terbatas untuk 14 mata uang; AUD (Australia), CAD (Kanada), CHF (Swiss), DKK (Denmark), EUR (Eropa), GBP (Inggris), HKD (Hong Kong), JPY (Jepang), CNH, SAR, SEK, SGD (Singapura), NZD (Sealndia Baru), dan USD (Amerika). 
Biaya yang dibebankan biasanya terdiri dari biaya telex (biasanya Rp 50,000) dan biaya pengiriman yang bervariasi mulai dari 20 USD bergantung dari jenis mata uang yang dituju. Lebih lanjut mengenai detil biaya transfer uang ke luar negeri bisa dilihat di sini. 
Selain 14 mata uang di atas, BCA tetap bisa menerima transfer uang mata uang lainnya dengan basis USD. Artinya, BCA akan menukar mata uang IDR-mu ke dalam USD, lalu BCA akan secara mencairkan dana ke rekening bank penerima dalam mata uang lokal negara yang bersangkutan. Bingung nggak ya?
Jadi misal kamu mau transfer uang ke Arab (SAR), maka uang IDR-mu akan dikonversi ke USD, lalu dari USD baru deh SAR. Artinya apa? Artinya kamu bakal kena 2 kali proses konversi mata uang. Huhu. Ditambah dengan biaya telex Rp 50,000 dan USD 20. Lho, memangnya kenapa kalau dikonversi dua kali? Nah, jadi gini, setiap kita mau transfer uang ke luar negeri kan ada perbedaan mata uang. Nah, nilai perbedaan mata uang itulah yang dinamakan kurs. Secara umum, ada dua tipe kurs yang perlu diketahui sebelum transfer uang ke luar negeri, yaitu kurs beli dan jual. 

Kurs beli artinya bank sebagai pembeli mata uang asing. Jadi kurs beli digunakan saat kita akan menukar atau transfer uang asing kita ke dalam rupiah. Sebaliknya, kurs jual artinya bank sebagai penjual. Kurs jual digunakan untuk menilai berapa USD yang kita dapatkan saat menukar sejumlah rupiah. 

Perlu diketahui bahwa setiap bank memiliki nilai kurs jual dan beli yang berbeda-beda. Di samping itu ada juga kurs tengah BI dan kurs tengah pasar valuta asing internasional (yang biasa muncul kalau kita cari nilai tukar di Google). Nah, biasanya kurs jual beli bank di Indonesia ini cukup jauh berbeda dengan kurs tengah internasional. 

Bank BCA sendiri memiliki 3 jenis kurs, yaitu e-Rate, counter dan bank notes. Yang paling kompetitif adalah e-rate, namun penggunannya hanya terbatas ke sesama nasabah BCA. Lebih lanjut tentang e-rate bisa dilihat di sini.

Sebagai contoh, per tulisan ini dibuat (8 Oktober 2019) kurs jual BCA untuk 1 USD adalah sebagai berikut:

  • E-Rate 14,167 artiya setiap transfer uang Rp 1,000,000 mendapatkan 70.58 USD
  • Counter 14,209 artinya setiap transfer uang  Rp 1,000,000 mendapatkan 70.37 USD
  • Bank Notes 14,209 artinya setiap transfer uang  Rp 1,000,000 mendapatkan 70.37 USD
Sedangkan kurs tengah internasional sendiri untuk 1 USD = 14,157, artinya setiap transfer uang Rp 1,000,000 mendapatkan 70.63 USD. Jadi, kesimpulannya semakin kecil nilai kurs jual, makin besar nilai uang asing yang didapatkan. 

Mungkin dalam hati ada yang bergumam, alah kan selisihnya cuma dikit banget. Hmm hmm.. kalau transfernya 10 juta kan lumayan banget tuh selisihnya. 
Simulasi transfer uang ke luar negeri dengan kurs BCA bisa dilihat di sini.
Western Union (WU)
Western Union ini mungkin familiar di kalangan pahlawan devisa. Karena bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, maka tidak heran bila WU bisa menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia. Kalau dulu kita harus datang ke kantor pos terdekat untuk transer uang dan menerima uang, sekarang sudah tidak perlu lagi. WU menyediakan layanan transfer uang ke luar negeri melalui pembayaran kartu kredit, kartu debit dan transfer bank. Masing-masing layanan pembayaran memiliki biaya jasa dan estimasi kedatangan yang berbeda. Biaya jasa transfer uang bervariasi tergantung dari jumlah uang yang dikirimkan serta negara tujuan.

WU bisa transfer uang ke luar negeri langsung ke rekening bank penerima maupun melalui saluran telepon. Hanya saja tiap layanan transfer uang memiliki batas jumlah uang yang berbeda-beda, bisa dilihat di sini. Selain ada pembebanan biaya, kurs yang digunakan untuk transfer merupakan kurs yang sudah dinaikkan oleh WU. Artinya kurs-nya sudah bukan lagi merujuk kepada perbankan, tapi kurs atau nilai tukar yagn dtetapkan oleh WU sendiri. 
Simulasi transfer uang ke luar negeri dengan layanan Western Union bisa dilihat di sini. 
MoneyGram
Moneygram bisa dibilang merupakan salah satu layanan transfer uang ke luar negeri yang masih konvensional. Untuk bisa transfer uang ke luar negeri kita harus datang melalui agen moneygram terdekat. Sedangkan penerima bisa menerima uang langsung melalui rekening bank maupun e-wallet atau dompet elektronik. Biaya jasa juga bervariasi sesuai dengan nominal uang yang dikirimkan. Di Indonesia, MoneyGram banyak bekerja sama dengan beberapa bank seperti BCA. 
Simulasi transfer uang ke luar negeri dengan layanan MoneyGram bisa dilihat di sini.  
PayPal
Kalau generasi millennial pasti sudah tidak asing dengan PayPal. Apalagi jika kamu memiliki kartu kredit atau debit yang bertanda visa dan mastercard, kamu bisa dengan mudah transfer uang ke luar negeri langsung dari uang yang ada di kartumu. Selain itu transaksimu akan lebih aman, apalagi jika belanja online. Karena penjual tidak perlu tahu identitas kartumu. 
Namun, tunggu dulu. Bagaimana dengan biayanya. Untuk pengiriman uang yang bersumber dari kartu kredit dan debit, kamu akan dikenakan beberapa tipe biaya.

  • Biaya cross-boder transfer: 0.3-2% dari jumlah uang tergantung negara tujuan
  • Biaya tetap sekitar 0.3-1$
  • Kurs yang sudah di-mark up sbeesar 2.5-3% dari kurs mata uang internasional 
Simulasi transfer uang ke luar negeri dengan layanan PayPal bisa dilihat di sini.  
Top Remit
Nah, kalau yang satu ini layanan baru untuk transfer uang ke luar negeri, khususnya ke Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam. Dengan menggunakan platform aplikasi di ponsel pintar, Top Remit membuat proses transfer uang antarnegara jadi semakin mudah. Kurs yang diterapkan pun bersaing dan bisa dipantau secara real time sehingga menghindari biaya siluman yang tiba-tiba muncul. Aplikasi ini juga telah mendapat izin dan diawasi oleh Bank Indonesia. 
Selain 4 negara di atas, kamu juga bisa transfer uang ke luar negeri dalam bentuk top up pulsa. Simulasi transfer uang ke luar negeri dengan layanan Top Remit bisa dilihat di sini.  

UPDATE: Top Remit sudah menjangkau negara lain seperti Bangladesh, Pakistan, Jepang, China, India, Kamboja, Sri Lanka hingga Nepal.

Begitulah serba-serbi cara transfer uang ke luar negeri. Tinggal pilih saja layanan mana yang tersedia dan memberikan biaya transfer uang yang murah. Semoga bermanfaat! Episode selanjutnya adalah cara menerima uang dari luar negeri dengan biaya minimum. 

You May Also Like

0 comments