q

Thursday, 5 December 2019

Mengurai Sampah Plastik Rumah Tangga (Perkenalan)

Saya bukan ahli ataupun pakar. Jadi yang saya tulis di bawah ini sepenuhnya hasil baca sana sini termasuk dari beberapa akun media sosial pegiat rumah minim sampah lalu mencoba mempraktekkannya di rumah sendiri.

Baiklah, tulisan ini adalah tulisan perkenalan tentang bagaimana mengurai sampah plastik rumah tangga. Terlebih dahulu kenali sumber dan berbagai macam jenis plastik. Pada era modern ini, plastik tampaknya menjadi kebutuhan pokok dalam hal kemas mengemas. Harganya yang terjangkau, praktis dan anti ribet membuatnya menjadi primadona. Tidak heran jika sumber sampah plastik dalam rumah tangga sangat dekat dengan kebutuhan harian kita, misal mau makan perlu masak, masak pakai sayur, ke pasar beli sayur dapat kantong plastik, belum lagi kalau mendadak pengen nyemil ke ind*mar*t. Lalu setiap hari kan kita mandi, mandi perlu sabun, sabun pakai kemasan plastik, nyuci baju pakai deterjen bungkus plastik. Hmmm, jadi itulah sebab mengapa dalam satu rumah tangga bisa banyak sekali menghasilkan sampah plastik.

Tahun 2015, Dr Jenna Jambeck dalam penelitiannya yang berjudul Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean mengungkapkan bahwa Indonesia menyumbang 187,2 juta ton sampah plastik yang akhirnya berlabuh di lautan. Sampah-sampah tersebut secara berurutan di antaranya meliputi botol plastik, tutup botol, bungkus makanan, kantong plastik, minuman plastik, sedotan, jenis plastik lain serta styrofoam yang kita tahu tidak akan pernah bisa terurai. Sebagian dari sampah-sampah tersebut tentunya dihasilkan dari sampah domestik dalam rumah tangga.

Di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, 70 persen sampah plastik yang 'nyangkut' berasal dari sampah rumah tangga (Indopos, 2018). Bagaimana dengan daerah lain? Saya belum punya data yang valid, namun jika masih ingat dengan kasus penutupan TPA Piyungan, Jogja April 2019 lalu, maka pasti kita bisa mengira bahwa sampah rumah tangga di kota Gudeg ini tidak kalah dengan yang ada di Jakarta.

Maka, tidak salah kan jika kita memulai gerakan meminimalisasi sampah yang berasal dari rumah kita sendiri?

Tuesday, 8 October 2019

Cara Transfer Uang Ke Luar Negeri Dengan Biaya Minimum


Sudah laaamaa sekali saya ingin menuliskan topik terkait cara transfer uang ke luar negeri. Di era digital dan borderless sekarang ini, lokasi geografis bukan lagi masalah untuk melakukan transaksi keuangan antarnegara. Meskipun demikian, nampaknya belum banyak yang membedah secara detil mengenai cara transfer uang ke luar negeri dari Indonesia. Padahal mengetahui secara detil mengenai suatu layanan transfer uang ke luar negeri sangat penting untuk menjamin keamanan transaksi sekaligus menghindari biaya-biaya siluman yang tiba-tiba muncul saat proses pengiriman uang. 
Nah, berikut ini akan coba saya jabarkan perbandingan layanan transfer uang ke luar negeri yang tersedia di Indonesia serta simulasi sederhana untuk perbandingan total biaya dan estimasi waktu sampainya uang. Semoga bermanfaat!



Saturday, 22 June 2019

Rumah Minim Sampah Plastik (How To )


Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya di sini , pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai mengelola sampah plastik dalam rumah tangga. Sebelum benar-benar mengaplikasikan rumah minim sampah, terlebih dahulu saya berdiskusi dengan suami tentang niatan saya mencoba menciptakan rumah minim sampah. Komunikasi dengan anggota keluarga ini sangat penting, agar semua orang memiliki frekuensi dan pandangan yang sama terkait sampah ruman tangga. Sehingga ke depannya, saya tidak akan bekerja sendiri. Kalau saya sendiri yang melakukannya, aduh membayangkannya saja sudah pusing! Nah, biar nggak tambah stress karena soal sampah, sebaiknya komunikasikan terlebih dahulu dengan seluruh anggota keluarga, bila perlu bikin presentasi agar mudah dimengerti. Jika memang anggota keluarga lainnya belum siap, kita bisa ajukan masa percobaan untuk melihat keuntungan yang bisa didapat dari rumah minim sampah secara nyata.

Sebisa Mungkin, Tolak dan Kurangi

Sesuai dengan konsep 3R,4R,dan atau 5R, maka WAJIB hukumnya bagi kita untuk sebisa mungkin MENOLAK dan MENGURANGI penggunaan plastik. Mulailah dari hal-hal kecil yang sering kita lakukan dan banyak melibatkan plastik. Misalkan, sebagai yang suka belanja ke pasar, maka saya selalu membawa kantong belanjaan. Sembari jalan, kita juga akan menyadari bahwa membawa satu kantong plastik saja tidak cukup. Misalkan saat membeli cabe atau ikan, ternyata penjual memasukkan ke dalam kantong plastik kecil. Lalu akhirnya terpikir untuk membawa kantong-kantong yang lebih kecil, maupun kertas bekas dan juga kontainer plastik untuk wadah belanjaan protein.