Pulang Kembali; sebuah catatan teknis perencanaan kepulangan studi

Ketika mendengar kabar kepulangan saya ke Indonesia, banyak kerabat yang  bertanya, “lho kuliahnya sudah selesai? Bukannya kalau S2 itu 2 tahun ya?”. Dalam hati saya menjawab, “I wish”. Tanpa terasa, seolah kemarin baru menginjakkan kaki di Birmingham airport, lalu tiba-tiba sekarang sudah berada di kota Bangil tercinta. Waktu terasa begitu cepat. Namun cepatnya waktu berlalu tidak berarti mengurangi kerasnya usaha yang dikerahkan untuk menyelesaiakna studi master ini. Saya yakin, teman-teman yang pernah menjalani studi master di UK akan sangat paham dengan hal tersebut. Pulang jam 1 pagi dari kampus atau bahkan menginap di perpustakaan kampus menjadi hal yang lumrah, apalagi di masa-masa ujian dan menjelang batas tenggat pengumpulan tugas. Alhamdulillah, masa-masa tersebut bisa dilalui dan yang terpenting bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru beserta praktik aplikasinya.

Tulisan kali ini akan lebih membahas sisi teknis dari perencanaan kepulangan studi (khususnya dari UK) sehingga mohon maaf bila terdapat banyak penyebutan merek dagang hehehe. Perencanaan kepulangan ke tanah air pasca studi memang menjadi PR tersendiri dan bisa jadi lebih memusingkan jika dibandingkan dengan perencanaan keberangkatan. Pada puncak waktu pengerjaan disertasi (Agustus-September), kita akan diribetkan dengan berbagai macam printilan kepulangan; tiket pesawat, oleh-oleh, pengiriman barang-barang selama di UK dengan cargo hingga perencanaan barang bawaan pesawat. Berikut ini akan coba saya detailkan printilan-printilan tersebut beserta tips dan trik manajemen waktu dan biaya.