Berhenti Sejenak Dengan Membaca. Review Buku Hidup Sederhana

Siapa yang tidak kenal Desi Anwar? Bagi orang yang lahir di awal tahun 90-an seperti saya akan mengingat Desi Anwar sebagai pembaca berita di salah satu stasiun TV swasta yang sedang naik daun saat itu. Tidak seperti kebanyakan pembaca berita saat ini, beliau sangat berkarakter . Beliau tidak cantik, menurut saya biasa saja untuk ukuran seorang perempuan Indonesia. Ada pancaran energi dari dalam yang membuat beliau tampak berkharisma dan berbeda.

Saya membeli buku ini tanpa perencanaan. Terpaksa menuju gram*dia karena jam nonton di XXI masih lama. Pada awalnya terpikir langsung untuk mencari Steal Like An Artist, setelah dapat, lirik-lirik ke rak buku sebelah dan seberang, hihi dan saya pun menemukan buku ini. Tanpa ragu langsung saya ambil karena melihat sinopsis di sampul belakangnya sangat menggoda.


sampul belakang 

Buku ini berisi 54 narasi pendek yang dirangkum dalam 287 halaman. Jangan bayangkan isinya akan seperti editorial surat kabar, sama sekali tidak. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang ringan namun tetap memenuhi kaidah tata bahasa Indonesia. Semua narasi pendek dalam buku ini adalah berdasarkan pengamatan dan pengalaman nyata Desi Anwar. Kalau boleh saya bilang ini adalah refleksi hidup beliau yang tentunya bisa digunakan juga untuk refleksi hidup kita.

Mencuri Itu Baik;Review Buku Steal Like An Artist

Bagi seorang seniman, orisinalitas adalah harga mati. Ia adalah sebuah nyawa dalam karya seni. Bahkan demi sebuah orisinalitas banyak seniman yang kemudian mengasingkan diri dalam mencari inspirasi keorisinalitasan untuk karyanya. Pada akhirnya, banyak orang menyimpulkan bahwa tidak semua orang bisa menjadi seniman, seniman itu butuh bakat, dan pada akhirnya banyak yang berpikiran bahwa tidak semua orang bisa pberpikir kreatif. Hanya orang orang dengan bakat tertentu saja yang memiliki kreatifitas. Austin Kleon mendobrak semua pemikiran itu dalam bukunya yang berjudul Steal Like An Artist. Dalam bahasa Indonesia artinya ‘ mencuri seperti seorang seniman’.


cover yang menarik perhatian 

Review: Blue Stone Botanicals (English)

Another botanicals review? Yep… as you know that recently I just change my skin care routine from chemicals to organic and natural so I need a lot of reference about organic and natural product. After a bit review about Sensatia Botanicals, now it's time for me to write about Blue Stone Botanicals (BSB). Sounds like Backstreet Boys ha... #LOL. BSB was formed and manufactured in Ubud. They actually focus on producing essential oils and its derive product such as lip balm, body mist, aromatherapy or soaps. BSB is different with sensatia which is more focus on skin care product to enrich and repair our skin with or without using essential oils. BSB is mainly produce for living things using benefits of essential oils. BSB actually is more traditional because they don’t open any authorized store overseas and it’s purely founded by Indonesian. And I think they are more exclusive, in terms of they didn't produce in a mass. So here I’d like to review 3 products of BSB; tangerine lip balm, lavender body oil, and virgin coconut oil.